Produk - Berita dan Siaran Pers
BPS Kabupaten Wajo merilis Indeks Harga Konsumen Kabupaten Wajo Agustus 2025
1 September 2025 | Kegiatan Statistik Lainnya
Wajo, (1/9)- BPS mencatat pada bulan Agustus 2025 terjadi inflasi sebesar 0,09 persen (m-to-m), dimana terjadi peningkatan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 109,16 pada Juli 2025 menjadi 109,26 pada Agustus 2025. Kondisi yang sama terjadi pada Juli 2025, dimana terjadi inflasi sebesar 0,50 persen. Secara tahunan, terjadi inflasi sebesar 3,12 persen, dan secara tahun kalender terjadi inflasi sebesar 2,68 persen.
Kelompok pengeluaran penyumbang inflasi bulanan terbesar adalah kelompok pengeluaran makanan, minuman, dan tembakau yang mengalami inflasi sebesar 0,25 persen, dengan andil inflasi sebesar 0,11 persen. Kelompok pengeluaran pendidikan pada Agustus 2025 mengalami inflasi sebesar 0,78 persen dan memberikan andil inflasi 0,01 persen. Kelompok pengeluaran perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga justru mengalami deflasi sebesar 0,22 persen, dengan andil deflasi sebesar 0,02 persen. Kelompok pengeluaran transportasi pada Agustus 2025 mengalami deflasi sebesar 0,09 persen dan memberikan andil deflasi 0,01 persen. Pada bulan Agustus 2025, hanya empat dari sebelas kelompok pengeluaran memberikan andil inflasi yang signifikan sedangkan sisanya sangat kecil mendekati nol.
Secara tahunan, inflasi year-on-year (y-o-y) Kabupaten Wajo bulan Agustus 2025 mencapai angka 3,12 persen. Inflasi tahunan terbentuk dari andil inflasi tiap kelompok pengeluaran. Untuk yang mengalami kenaikan harga, kelompok makanan, minuman dan tembakau memberikan andil inflasi sebesar 1,92 persen; kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 1,00 persen; kelompok transportasi sebesar 0,09 persen; kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,05 persen; kelompok penyedia makanan dan minuman/restoran sebesar 0,05 persen; kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,02 persen; kelompok pendidikan sebesar 0,01 persen; kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 0,01 persen. Untuk yang mengalami penurunan harga, kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga memberikan andil deflasi sebesar 0,03 persen; kelompok kesehatan dan kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan juga mengalami deflasi dengan andil yang tidak signifikan.
Dari delapan kabupaten/kota yang merupakan kota IHK di Provinsi Sulawesi Selatan, terdapat lima kabupaten/kota yang mengalami deflasi secara bulanan dan tiga lainnya mengalami inflasi. Kabupaten Luwu Timur mengalami inflasi bulanan tertinggi, sedangkan Watampone mengalami deflasi terdalam. Secara tahunan, seluruh kota IHK di Provinsi Sulawesi Selatan mengalami inflasi, inflasi tahunan tertinggi dialami oleh Kota Parepare sebesar 4,46 persen dan inflasi terendah dialami oleh Kota Palopo sebesar 2,75 persen.
Unduh Pdf disini
Narahubung Media
Grandis Zahron Rusydi. S.Tr.Stat.
Ketua Humas BPS Kabupaten Wajo

Badan Pusat Statistik
Badan Pusat Statistik Kabupaten WajoJl. Veteran No. 2
Sengkang
Wajo
Sulawesi Selatan
Mailbox : [email protected]
Tentang Kami
Sumber dari Kementerian Komunikasi dan Digital
Hak Cipta © 2023 Badan Pusat Statistik